Siapa dia?Siapa saya?

Siapa dia?Siapa saya?

Sudah 2 tahun saya dan seorang teman tidak pernah bertemu. Dalam benak saya dengan memori yang masih tertinggal tentangnya, dia adalah wanita yang sholeh. Lebih dari sekedar beribadah dengan baik tapi ia juga menjaga dirinya dengan baik. Itu semua terwujud dari cara berpakaiannya yang sangat rapi. Jauh melebihi saya dan mungkin saya tidak sanggup seperti itu sampai saat ini.
Singkat cerita, kami bertemu kembali. Di stasiun kereta.
Seharusnya sudah beberapa kali, sebelum saya akhirnya sadar bahwa dia adalah teman itu.
Dia…..sungguh berbeda.
Membuat saya tidak bisa mengenalinya. Semua yang membekas dalam ingatan saya seperti berantakan dan tak berwujud. Saya terdiam beberapa saat dan mulai bertanya-tanya.
Apa yang terjadi padanya?
Kenapa ia berubah?
Apakah ia tau ia telah bergerak ke arah penurunan “kualitas” yang selama ini sangat saya kagumi?
Dia jauuuuuh…..sangat jauh….dari apa yang saya lihat dari dirinya 2 tahun yang lalu.
Saya kecewa…
mungkin lebih tepatnya sedih…
Apakah dunia kerja yang telah mengubahnya?
Apakah ia sudah melupakan konsep pakaian wanita muslim?

Saya akui, dunia kerja benar-benar tantangan besar bagi muslimah. Terutama bagi yang bekerja di perusahaan multinasional dan bergerak di bidang consulting (no offense loh. Ini hanya curhatan saya saja)
Ketika pertama kali menampakkan diri di lingkungan ‘baru’ itu, saya mengalami kebimbangan yang teramat sangat…
Semua orang berjabat tangan dengan cara yang profesional. Cara yang seharusnya dilakukan dalam konteks bisnis. Saya tertohok…saya merasa bersalah…saat mereka yang berdasi mengulurkan tangan dengan riang dan berubah hambar mendapati saya tidak menjabat tangan mereka dengan baik. Guys, it’s not that i hate you….tapi karena kita bukan muhrim…
Haram bagi saya untuk menyentuh tanganmu…
huff….di saat itulah saya mulai goyah. Mulai tidak konsisten…mulai untuk mencari pembenaran…
Bukankah untuk lelaki yang lebih tua dan kita anggap sebagai orang tua itu tidak masalah?
Siapa bilang????
Saya maju dan mundur…
berputar-putar dan larut dalam pergolakan batin yang tidak kunjung reda…
Kemudian, ketika saya bertemu dengan teman itu. Saya seperti diingatkan bahwa mungkin suatu hari jika saya tidak benar-benar menjaga hidayah yang Allah SWT berikan, mungkin saya akan seperti dia. Berjalan mundur dan mungkin tidak sadar bahwa saya sudah berbelok ke arah yang salah.
Sungguh menakutkan dan saya tidak sanggup membayangkannya…
Saat itu, saya bertekad untuk berusaha dan terus berusaha untuk menjadi muslimah yang baik. Kalaupun tidak lebih baik, saya harus berada di titik yang sama. Tidak boleh mundur…tidak boleh turun ranking…
Siapapun yang mengenal saya, tolong ingatkan saya. Tolong bawa saya kembali jika saya tersesat…

Untuk saya lima tahun yang akan datang saat melihat tulisan ini :
“Bercermin…dan lihat seperti apa sosok yang ada disana dan seperti apa muslimah yang mencintai Allah SWT seharusnya”

~kegalauan di tengah malam seorang wanita pekerja yang susah tidur

Advertisement

3 Responses »

  1. Asslamualaikum dephira,

    Apa kabar?sudah lama tidak ketemu,masih inget saya?.

    Selamat datang di bagian kecil dari permainan dunia.

    Inilah sebagian kecil dari peraturan permainan dunia,kembali ke pribadi masing-masing untuk menyesuiakan diri dalam permainan ini,apakah ingin tenggelam secara keseluruhan yang melepas nilai-nilai yang diyakini sebelumnya atau tetap menjaga nilai-nilai tersebut.

    Jangankan masuk dunia kerja,bahkan seseorang yang transisi dari sekolah tingkat atas masuk perkuliahan pun bisa saja melupkan nilai-nilai yang diyakini sebelunya.

    Balik lagi kepada keyakinan kita dan serta lingkungan kita,apa kita tetap menjaga nilai-nilai tersebut atau melepaskannya.

    Oh iya satu lagi,titip salam sama temen2 yang lain ya.

    Terima kasih.

  2. assalamu’alaykum wr.wb.

    phira, apa kabar,,?? moga2 sehat ya.. :)

    phira, solusinya,,salah seorang guru sy prnah bilang, bila kita brkehendak untuk tidak berjabattangan scara bersentuhan maka kitalah yg mesti mnyegerakan/ mendahului shgga tidak ada ksmpatan baginya untuk menjulurkan tangan.

    sy ngerti perasaan mereka-mereka yg berdasi itu..hmm,,,ingatkah kisah seorang ulama brnama Hatim Al-Asham dengan seorang wanita..???

    #http://manakib.wordpress.com/2008/03/12/hatim-al-asham/#

    ~kangmasjuqi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s