Just Talk

hanya ingin membicarakan banyak hal

bohong July 29, 2008

Filed under: Uncategorized — dephira amenike @ 1:13 pm

seorang ibu sedang membujuk anaknya yang sedang menangis dengan suara menggelegar yang memekakkan telinga. semua mata tertuju pada ibu dan anak tersebut. terlihat semburat rasa malu di wajah sang ibu.

ia meraih putranya dan mendekapnya dalam pangkuannya sembari membisikkan,

” cup..cup….diem ya, nak. nanti ibu belikan coklat. mau kan? “

si anak yang tadinya tampak sangat kecewa berubah sumringah. matanya menyiratkan harapan yang sangat kuat untukĀ  mencicipi sebatang coklat. ia menghentikan tangisannya.

si ibu lega. tapi kemudian ia lupa, bahwa sebenarnya ia sudah menjanjikan sesuatu pada putranya, dan putranya benar-benar mengingat itu dalam pikirannya.

saat melewati warung kelontong yang punya setoples coklat, si anak menarik tangan ibunya dan berkata,

” bu, coklat… “

si ibu mengacuhkannya.

ilustrasi diatas menunjukkan bahwa sedari kecil kita diajarkan untuk menerima kebohongan. mungkin tanpa sadar, ibu-ibu pernah melakukan ini pada anak-anaknya. hanya mengiming-imingi saja, agar si anak tidak rewel. padahal sungguh itu adalah sebuah kebohongan.

si anak akan mulai menilai, bahwa ternyata kebohongan itu adalah hal yang lumrah dan mulai melakukannya di lingkungannya.

meskipun hal sepele dan tampaknya tidak merugikan, kebohongan seperti ini seharusnya tidak dilakukan pada anak-anak. bagaimanapun mereka berada dalam proses perkembangan kepribadian dan kecerdasan. sebuah kepingan kebohongan seperti ini akam terus menjadi kebiasaan ibu-ibu jika tidak menyadari bahwa mereka sedang mengajarkan anak-anaknya untuk berbohong.

jangan menjanjikan sesuatu pada anak kecil jika memang tidak berniat untuk melakukannya. mereka akan menyimpan itu dalam ingatannya. karena anak kecil bukan pelupa, mereka hanya masih belum bisa menganalisa dan berpikir dengan jernih.

 

2 Responses to “bohong”

  1. erain406 Says:

    ada satu dampak lain akibat ‘terbiasa’ dibohongi seperti itu.
    sang anak akan merasa semua orang berbohong padanya, sehingga dia akan sangat sulit untuk bisa percaya pada orang lain.
    hal ini akan membuatnya sulit untuk menerima orang baru dalam kehidupannya, karena dia secara tak sadar membuat ‘tameng’ di sekitar dirinya, untuk mengantisipasi kebohongan yang mungkin diterimanya dari orang tersebut, meskipun sebenarnya orang baru itu memiliki niat yang sangat tulus, tetap saja, sang anak tidak punya waktu untuk melihatnya, karena dia sibuk membuat ‘tameng’.
    kemudian dengan adanya tameng itu, dia menjadi sulit untuk terbuka pada orang lain, kecuali mungkin orang yang memang benar-benar dekat dengannya, yang sang anak merasa cukup aman untuk membuka ‘tameng’ pada orang tersebut.

    ~pengen belajar (serius) tentang psikologi anak =P

  2. dephira amenike Says:

    iya….
    mereka cenderung introvert…

    hmm….bukannya dunia emang penuh kebohongan ya?
    bahkan aku yang bukan anak kecil sering merasa begitu.

    ~belajar ama uni aja. kayaknya dia juga tertarik. hehehe


Leave a Reply