saya pernah bertemu dengan bapak-bapak paruh baya yang bertampang sangat bersahaja. beliau mengaku akan pergi ke kampung rambutan. ngakunya mo jalan kaki ( busyet! )
di depan MUI tuh kejadiannya. dia duduk dengan lesu. pokoknya miris banget deh ngeliatnya. dia ga minta duit secara langsung siy, tapi tersiratnya begitu. sayangnya saya nggak punya duit sepeser pun waktu itu. mo mampir ke ATM abis shalat.
dengan berat hati dan perasaan bersalah, saya permisi. eh, sebelumnya saya kasi saran buat mampir ke MUI, sapa tau ada yang bantu. dianya ga mau. ga jelas deh alasannya. ( aneh ga tuh?? ).
saya mulai berpikir.
“hm….” ( tapi ga bole berburuk sangka ).
seminggu kemudian……
saya rasa dia sedang melakukan tindak penipuan.
kenapa?
lagi-lagi di tempat yang sama. tapi dia langsung berpaling ketika bertatap muka dengan saya.
sungguh aneh! jika dia tidak menyembunyikan sesuatu, tentunya ga perlu bertingkah seperti itu kan???
saya menarik kesimpulan :
bapak-bapak itu memanfaatkan orang-orang seperti saya ( yang agak susah membedakan antara logika dan perasaan ) untuk mendapatkan keuntungan.
ampuuuun dah.
kisah berikutnya :
saya bertemu lagi dengan oknum seperti ini. tapi ibu-ibu sekarang.
dia sok-sok nyasar gitu di barel. ngakunya nyari sodaranya yang tinggal di material.
( guys, material ama barel jaraknya 2 halte bis kuning! )
berhubung saya pernah menetap di daerah sana, kontan saya kaget. kok nyari gang material di barel?
( nah, lho? ketauan bo’ongnya ).
trus muncullah sifat jahil saya. ( hihihihiihihi )
saya tanyain tuh :
( percakapan ini tidak murni seratus persen sesuai dengan kejadian sebenarnya, karena saya sudah lupa percakapan pastinya. yang penting konteksnya sama. hehehe )
saya : materialnya dimana bu?
ibu2 : itu neng, katanya di gang pocin
saya : ( bohooooong! ) pocinnya dimana?
ibu2 : itu di gang sana neng. ( nunjuk arah nasi alo belok kiri )
saya : ( hahahahha….makin parah boongnya ) ada alamatnya ga,bu?
ibu2 :ada, tapi saya tadi kesana trus orangnya ga ada.
saya : ( alesan! ) mana alamatnya, bu. biar saya antar. siapa tau orangnya udah pulang.
ibu2 : saya cuma dikasi tau gitu aja, neng. gang material di pocin.
saya : ( konyol banget jawabannya ) trus ibu tau rumahnya darimana? maaf ya, bu. disini itu kawasan barel masuk kelurahan pondok cina juga. tapi kalo nyari gang material bukan disini, tapi di jagakarsa. mungkin ibu salah alamat.
saya berniat pergi. sudah cukup puas dengan bukti yang saya dapatkan.
ibu2 : trus gimana neng, ongkos saya?
saya : ( tuh! ketauan kan niat sebenarnya ) ibu coba hubungi keluarga ibu aja. saya ga bisa bantu.
ibu2 : ( pasang tampang masam dan pergi )
(status : mission failed )
saya mulai berpikir tentang sesuatu.
jangan-jangan yang suka duduk di pinggir rel juga boong. trus anak kecil yang suka minta duit buat makan itu juga donk.
trus…trus……apakah mereka semua penipu????